Pascabanjir, Harga BBM di Pacitan Meroket

Pascabanjir, Harga BBM di Pacitan Meroket

- detikNews
Jumat, 04 Jan 2008 09:13 WIB
Pacitan - Kelangkaan minyak tanah mendera warga Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan Jatim. Ini terjadi menyusul terganggunya distribusi dari depo sejak bencana longsor beberapa waktu lalu.

Meski di sejumlah toko jenis bahan bakar itu masih tersedia, namun harganya terus melangit. Bahkan per liternya menembus Rp 5000, padahal dalam kondisi normal hanya Rp 2.700 per liter.

"Bukan hanya mahal tapi benar-benar langka," ujar Supadmi (32) warga Dusun Krajan Kecamatan Nawangan kepada detiksurabaya.com, Jumat (4/1/2008).

Selain minyak tanah, harga jenis sembilan kebutuhan pokok juga mengalami lonjakan. Sebelumnya harga minyak goreng Rp 9.000 naik menjadi Rp 10.000 per kilo. Sementara harga telur melonjak dari Rp 9.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan adalah beras. Bahan pangan itu rata-rata naik Rp 2.000 per kilogram. Begitu pula kelapa yang sejak sepekan terakhir harganya mencapai Rp 4.000 per butir. Padahal sebelumnya paling mahal hanya Rp 1.500.

"Seumur-umur baru kali ini lho," terang Supadmi.

Secara terpisah, Kasubdin Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumberdaya Mineral Pacitan Djoko Pramono membenarkan pengiriman minyak tanah ke Nawangan dan sekitarnya sempat tersendat.

Pasalnya, longsor yang memakan separuh badan jalan di Desa Jetis sejauh ini belum dapat ditangani. Akibatnya kendaraan pengangkut dari Pacitan tidak dapat menjangkau kota kecamatan.

Hal serupa juga terjadi di jalur Purwantoro-Nawangan ruas Desa Jeruk, jalan alternatif lintas provinsi juga ambles. Tak pelak, akses menuju wilayah kecamatan di bagian utara Pacitan itu tidak dapat dijangkau dari segala penjuru.

"Kami minta kepada pangkalan minyak tanah untuk mengupayakan agar suplai tetap sampai ke lokasi. Kalau perlu dilansir," tegas Djoko.

Meski membenarkan terjadinya kenaikan harga sembako terutama di daerah yang terisolasi bencana, namun Djoko memastikan persediaannya secara umum masih mencukupi. Khusus komoditas beras, stok yang ada di Bulog Pacitan masih mampu menopang kebutuhan warga hingga bulan depan. (fat/fat)
Berita Terkait