Selain warga, Dinas Perkerjaan Umum (DPU) Pemkab Bojonegoro dipusingkan dengan perbaikan jalan yang rusak akibat diterjang banjir.
DPU bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Jatim mengerahkan seluruh armada truk, mesin pompa air dan kawat bronjong sebagai bahan pembuat plengsengan, untuk membenahi tanggul dan jalan.
"Kita tutup dulu aspal jalan yang lubang dengan pasir dan batu. Baru kemudian kita aspal, itupun setelah jalan kering dari banjir," kata Andi Chandra, Kepala DPU Bojonegoro pada detiksurabaya.com saat mengawasi pengurukan Jalan MH Thamrin, Bojonegoro, Kamis (3/1/2008).
Jalan rusak akibat banjir di Bojonegoro yang terparah adalah Jalan MH Thamrin, 100 meter selatan Mapolres Bojonegoro. Di sana terdapat sebuah kolam dengan ukuran lebar 21 meter dan kedalaman hingga 5 meter karena letaknya persis di luar sebuah pintu tanggul.
"Kita pakai dulu stok material yang ada. Karena kami belum bisa melakukan pengadaan barang akibat dana APBD 2008 belum cair. Kami pun belum bisa memprediksi berapa nilai kerugian infrastruktur jalan," tambahnya.
DPU Bojonegoro hanya sebatas memperbaiki jalan kabupaten. Sedangkan jalan nasional antara jurusan Babat-Bojonegoro-Cepu adalah tanggung jawab pemerintah pusat.
Sementara tingkat kerusakan pada jalan nasional jauh lebih parah dan cukup arus lalu lintas. (fat/fat)











































