"Biasanya jika banjir surut, warga akan balik ke rumahnya. Nah, disitu rawan kena paku atau pecahan kaca. Kita sangat membutuhkan obat-obatan anti tetanus," kata Suko Hadiwidodo, Sekretaris PMI Bojonegoro saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (2/1/2008).
Selain obat, PMI juga mengharap prioritas bantuan dari dermawan adalah perlengkapan dapur. Karena banjir telah menghanyutkan. "Jika pulang nanti pasti mereka tidak memasak. Maka jika akan ada yang menyumbang lebih baik obat dan alat dapur," ujar Suko.
Sampai saat ini, Suko mengakui sumbangan masih mengalir ke PMI. Sebagian besar masih sembako. Apakah ExxonMobil Indonesia yang akan menggarap sumur migas di Desa Mojodelik Ngasem sudah menyumbang?
"Belum. Belum ada bantuan dari Exxon. Hanya saja Petrochina sempat telpon tanya-tanya soal tenaga medis saja," jawab Suko. Suko juga tidak mempunyai rencana untuk meminta bantuan ke Exxon. "Tidak ada keinginan ke sana. Kalau mau nyumbang ya silahkan," katanya.
(gik/gik)











































