Warji (27) petugas penjualan di pangkalan minyak tanah Toko Asih di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mengakui adanya peningkatan konsumsi minyak oleh konsumen dikarenakan pemberitaan kenaikan harga minyak tanah di beberapa daerah di luar Kediri.
"Pembeli itu rata-rata ketakutan kenaikan harga minyak tanah akan sampai Kediri, sehingga mereka melakukan aksi borong," kata Warji saat ditemui detiksurabaya.com, Rabu (2/1/2008).
Dia menceritakan, apabila biasanya di pangkalan milik majikannya minyak tanah dalam satu kali pengiriman sebanyak 25 ribu liter akan habis dalam 2 hingga 3 hari. Tapi, saat ini minyak akan habis hanya dalam hitungan jam setelah dikirim.
Namun Warji juga mengatakan, keterlambatan pengiriman juga memicu adanya aksi borong oleh konsumen. "Sudah ada isu harga naik, terkadang datangnya minyak juga terlambat sehingga warga tambah khawatir," lanjutnya.
Di pangkalan minyak tanah Toko Asih, dalam satu minggu dalam kondisi normal akan mendapatkan kiriman sebanyak 3 kali, dalam sekali pengiriman sebanyak 25 ribu liter. Namun saat ini, terkadang hanya 2 kali pengiriman dan waktunya tidak dapat ditentukan.
Meski demikian, Warji mengaku hingga saat ini pangkalan tempatnya bekerja belum menaikkan harga jual, baik secara grosir maupun eceran. Di tempatnya hanya dilakukan pembatasan pembelian.
"Ini kami lakukan agar tidak ada aksi borong besar-besaran, dan untuk membagi agar semua konsumen dapat mendapatkan jatahnya," ujar Warji.
(bdh/bdh)











































