Namun, pantauan detiksurabaya.com mendapati harga jual BBM eceran tetap tidak bergeser dari harga saat puncak banjir besar beberapa hari lalu.
Misalnya, harga eceran premium mencapai Rp 7.000/liter dari biasanya Rp 5.000/liter. Begitu juga minyak tanah, yang biasanya harga eceran Rp 2.600-2.800/liter meroket jadi Rp 4.000/liter.
"Cari minyak tanah sekarang tidak susah, banyak warung yang sudah jual lagi. Tapi harganya itu lho, koq tetap saja mahal. Padahal banjir khan sudah mulai surut," ujar Eva, warga jalan Kolonel Sugiono pada detiksurabaya.com sambil memasak mie instant dengan kompor minyak, Rabu (2/1/2008).
Sedangkan lonjakan harga premium tingkat pengecer membuat konsumen lebih memilih untuk membelinya di SPBU. Sekalipun jaraknya cukup jauh dan akses transportasi masih sulit, namun mereka ingin mendapatkan premium dengan harga normal di SPBU.
Hal itu membuat antrean panjang di sejumlah SPBU. "Antre sekali Mas! Eceran masih mahal, sementara kebutuhan bensin tambah banyak. Karena jalannya muter-muter, khan masih banyak jalan banjir," kata Bagyo, salah satu karyawan SPBU di Jalan MT Haryono, Bojonegoro.
Bukan hanya harga minyak tanah dan bensin eceran yang melambung, harga minyak goreng curah pun melambung. Di Pasar Induk Bojonegoro, minyak goreng yang biasanya rata-rata Rp 9.000/liter kini menjadi Rp 18.000/liter atau melonjak 100 persen.
Kenaikan harga minyak goreng juga diikuti dengan harga kebutuhan pokok lainnya. Seperti telur, bawang, sampai sayur-mayur. Namun, aktivitas transaksi jual beli di Pasar Induk Bojonegoro hari ini mulai berangsur normal.
(fat/fat)











































