Padahal hampir banyak perusahaan besar telah ikut memberikan bantuan, berupa nasi bungkus, perahu karet, obat-obatan maupun sembako. Diantaranya adalah PLN, PT Semen Gresik serta organisasi kemasyarakatan serta partai politik, seperti PMI, Lion Club, PKS, PAN, PDIP, PKB serta yang lain-lainnya.
Tidak pedulinya ExxonMobil dan anak perusahaannya Mobile Cepu Limeted ini dikeluhkan warga yang khususnya berada di Kecamatan Kalitidu dan Padangan. Dua kecamatan yang berada di kawasan Blok Cepu ini termasuk lokasi banjir yang parah.
"Mana ada bantuan dari Exxon? Tidak ada sama sekali terlihat orang-orang mereka yang turun," kata Gatot, warga Cengungklung Kalitidu saat mengungsi di Jetak Bojonegoro.
Sementara PT Semen Gresik menurunkan tim rescue dan medis ke sejumlah titik daerah banjir di sejumlah kecamatan di Bojonegoro. Mereka mendistribusikan ribuan paket sembako dan pengobatan gratis.
"Kita turunkan 3 perahu karet, tim medis dan bahan makanan serta truk-truk untuk membantu evakuasi warga," kata F Adi Syamsul, Kepala Bina Lingkungan PT Semen Gresik saat ditemui di Baurena, Bojonegoro.
Selain Bojonegoro, bantuan juga diditribusikan ke Tuban, tepatnya di Rengel,Plumpang, Suko, Parengan dan Widang. "Usai di Bojonegoro, kita akan geser ke Tuban. Korban banjir di sana juga memerlukan bantuan," ungkapnya.
Manajemen Exxon sendiri tidak bisa dikonfirmasi. Humasnya Deva Rachman, telepon genggamnya tidak aktif, Rabu (2/1/2007). Namun, kabar yang diterima detiksurabaya.com, Exxon telah menyalurkan sembako dan bantuan perahu karet.
Bupati Bojonegoro Santoso mengaku belum tahu apakah ExxonMobil Indonesia yang akan mengelola sumur minyak dan gas di Desa Mojodelik Kecamatan Ngasem telah memberikan bantuan kepada korban banjir. "Saya belum tahu, coba saya ceknya. Nanti hubungi saya lagi ya," kata Santoso kepada detiksurabaya.com. (gik/gik)










































