Mereka begadang karena rumahnya diterjang banjir disertai lumpur pada Senin (31/12/07) malam. Peristiwa seperti itu sudah terjadi 3 kali dalam tahun baru.
Puluhan rumah di 2 desa terendam banjir lumpur dari Sungai Sumberlanas setinggi paha orang dewasa. Sedangkan lumpur saat ini sudah mencapai 10 cm.
Bahkan ada beberapa rumah di Desa Harjomulyo Kecamatan Silo tidak bisa ditempati karena lumpur yang masuk terlalu tebal dan merusak dinding yang terbuat dari bambu dan isi rumah.
Sekitar 40 rumah di Desa Harjomulyo dan 5 rumah di Desa Karangharjoo diterjang banjir lumpur. Menurut salah seorang warga, Sukardi, hujan mulai mengguyur Desa Harjomulyo sekitar pukul 21.00 WIB. Namun sebelumnya angin kencang sudah mendera desa dan diikuti dengan pemadaman listrik.
Satu jam setelah hujan deras mengguyur, air sungai Sumberlanas yang melintas desa itu meluap. Namun bukan hanya air yang menerjang rumah mereka, lumpur dan pepohonan juga turut menerjang.
"Beberapa rumah, dapur dan kandang rusak. Bahkan rumahnya tidak bisa ditempati karena kemasukan lumpur dan barang-barangnya basah," kata Sukardi kepada detiksurabaya.com, Selasa (1/1/2008).
Akibatnya sekitar 5 KK di desa itu harus mengungsi di rumah tetanggannya. "Sejak hujan deras itu hingga pagi hari, kita tidak tidur. Begadang, bukan merayakan tahun baru tetapi takut air lebih besar menerjang lagi," lanjutnya.
Puluhan warga mulai membersihkan rumahnya mereka. Mereka saling membantu menjemur barang-barang yang basah dan mengeruk lumpur yang masuk ke rumah.
Menurut Kepala Desa Harjomulyo, Katun Harianto, selain menggenangi puluhan rumah, banjir di malam tahun baru juga merusak puluhan hektar tanaman jagung dan padi.
"Ada juga beberapa ternak milik warga yang hilang tersapu air, semua kerusakan sudah kita laporkan tetapi masih menunggu bantuan dari Pemkab," kata Katun.
Selain puluhan rumah diterjang banjir lumpur, 2 jembatan di Desa Hardjomulyo pelengsengan ata penyangga jembatan ambrol. Meski begitu jembatan tersebut masih bisa dilewati meski lumpur tergenang setinggi 10 cm. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. (fat/fat)











































