Informasi dari warga kepada detiksurabaya.com, Bakri (45) warga Desa Kadungrejo bahwa air sudah mencapai atap rumah atau setinggi 2,5-3 meter. Air mulai meninggi sejak kemarim usai bangun tidur di pagi hari.
"Awalnya kami memilih bertahan di rumah dan membawa barang-barang ke tempat lebih tinggi. Namun hari ini air terus meninggi sehingga kami terpaksa mengungsi," katanya, Selasa (1/1/2008).
Sementara 3 pos pengungsian berada di sepanjang jalan raya Babat-Bojonegoro terus dipenuhi pengungsi. Bahkan masjid dan emperan toko di jalan pun juga penuh sesak pengungsi.
Karena belum mendapat bantuan, pengungsi nekat membuka kotak amal yang terbuat dari karton bekas air minerl bertuliskan, 'Kotak Amal Korban Banjir'.
Dari pantauan detiksurabaya.com, selama pengungsi membuka kotak amal di jalan tidak menyentuh hati pengguna jalan. Mereka enggan memasukkan uang ke kotak amal.
"Wah saya ga bisa ngasih Mas, soalnya kita juga korban. Apalagi di sepanjang jalan yang kita lewati sudah banyak kotak amal yang disodorkan," kata Maimunah (37) warga Desa Sroyo Kecamatan Kanor saat beristirahat setelah mengungsikan keluarganya. (fat/fat)











































