Di sekitar pasar juga sudah mengering. Surutnya banjir di sekitar pasar ini sejak Senin (31/12/2007) sore. Pantauan detiksurabaya.com, Selasa (1/1/2007) Pukul 11.00 WIB, kesibukan warga ini terlihat di Jalan Pasar, Hayamwuruk, Agus Salim, Jalan Pahlawan Gg Calak maupun beberapa pemukiman di sejumlah kelurahan yang banjirnya sudah mulai surut.
"Aduh sofaku rusak semua. Kita tidak sempat menyelamatkan karena air naik begitu cepatnya. Belum lagi banyak perabotan yang hilang terseret arus. Aduh nanti ngecat tembok lagi, " kata Sri Hastuti, warga Desa Kauman saat ditemui disela-sela membersihkan rumahnya.
Banjir yang menerjang perkotaan Bojonegoro selama lima hari ini memang banyak memakan korban harta benda masyarakat. Toni misalnya. Warga Desa Sumbang ini tak lagi sempat menyelamatkan barang elektronik miliknya. "Dua unit komputer saya tenggelam. Yang pasti banyak yang rusak. Ndak tahu berapa kerugian saya ini," katanya.
Andi, warga Kepatihan juga tak kalah menyesalnya setelah perabotan kursi dan almarinya tak terselamatkan. "Saya kira banjir tak sebesar ini. Rumah saya tinggi air setinggi hampir 2 meter," kata Andi. Menurut pria berbadan tinggi besar ini hanya bisa menyelamatkan lemari es, televisi dan dokumen pentingnya.
Yang paling stren adalah warga yang tak sempat menyelamatkan mobil-mobilnya. Sebab tak sedikit banjir yang menenggelamkan mobil milik warga yang diparkir di garasi atau halaman. Di Jalan Rajekwesi misalnya, ada sebuah rumah yang di garasinya terparkir dua mobil, Honda New CRV dan Suzuki Baleno. Saat banjir, tak sempat diungsikan.
Di beberapa titik yang ketinggian airnya sudah mulai menurun hingga 40 cm, antara lain di Jalan Mastrip, Diponegoro, Panglima Sudirman, Untung Suropati, Imam Bonjol, Pattimura dan Jalan Panglima Polim. Namun di Jalan Diponegoro, belum bisa dilalui kendaraan.
Begitupula desa-desa yang airnya sudah menurun antara lain, Desa Jetak, Sumbang, Kepatihan, Kadipaten, Mojo, Klangon, Karangpacar, Ledok Wetan, Ledok Kulon dan desa lainnya. Dan ribuan rumah di berbagai kecamatan di Bojonegoro juga masih terendam. Misalnya di Kecamatan Kanor, Sumberejo, Kapas, Kalitidu, Padangan, Ngulanan dan Padangan.
(gik/gik)










































