Misalanya di Gedung PMI Bojonegoro, Jl. Trunojoyo, Selasa (1/1/2007), bantuan terus mengalir. Suasana di halaman PMI pun disulap menjadi dapur umum dan di lantai 2 sebagai tempat pengungsian.
Bantuan sembako dan uang yang berdatangan berasal perorangan, swasta maupun dari pemerintah. Salah satunya yang baru saja tiba adalah dari Lion Club Bojonegoro Distrik 307-B.
Beras, telur, minyak, tempe dan logistik untuk kepentingan umum dikirim melalui perjuangan yang susah payah. Para relawan organisasi kemasyarakatan ini terpaksa harus membeli logistik itu di Pasar Sumberjo, yang jaraknya hampir 20 kilometer arah timur Bojonegoro.
Namun begitu tiba di Jalan Gajah Mada Bojonegoro, bantuan yang akan didistribusikan ini tersendat. Sebab jalanan yang banjirnya hampir 1,5 meter ini tak bisa dilalui kendaraan.
Namun beruntung, Komandan Basarnas Juanda Surabaya, Letkol Trikora menyediakan 2 perahu karet milik Marinir khusus untuk mengangkut sembako tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Basarnas yang telah ikut melancarkan pendistribusian sembako ini," kata Vice President Lion Club Bojonegoro, M Syamsuri kepada wartawan.
Di dapur PMI, para relawan setiap hari membagikan 4.000 bungkus kepada pengungsi di dalam kota maupun luar kota. "Kita upayakan merata. Kita batasi masing-masing koordinator pengungsi hanya boleh ambil 50 bungkus. Sedangkan kita juga kirim sendiri dengan perahu ke lokasi-lokasi yang terisolasi," kata Sekretaris PMI Bojonegoro, SUko Hadiwidodo.
Selain PMI, Telkom juga berusaha membantu pengungsi dengan menyediakan telepon gratis dan layanan charge ponsel. POsko dibuka di Kantor STO Telkom Jalan Diponegoro dan di PMI.
Pantauan detiksurabaya.com, telepon gratis di depan STO Telkom pun diserbu warga. Mereka antre untuk menggunakan telepon yang bisa digunakan interokal secara gratis itu.
"Keluarga di sini baik-baik saja. Cuma di rumah banjir sudah tinggi. Kita semua mengungsi di rumah teman di dalam kota," kata Indah, warga Kepatihan yang menghubungi keluarga lainnya melalui fasilitas gratis itu.
Begitupula, layanan charge gratis tak kalah ramainya. Karena jumlah colokaannya terbatas, satu persatu warga pun antre untuk mengisi batarai ponselnya. Memang di Bojonegoro sebagian wilayahnya sudah dipadamkan aliran listriknya. Maka Telkom yang menggunakan genset nampaknya memahami keperluan warga.
Foto: Antrean telepon gratis di depan Kantor STO Telkom Bojonegoro
(gik/gik)











































