Kerusakan paling parah terjadi di Desa Tremas. Di lokasi itu 7 rumah rusak berat. Kebanyakan karena tertimpa pohon.
Bahkan satu rumah lain atapnya hilang disapu angin ribut. Selain itu hempasan angin juga merusak tempat tinggal warga di beberapa desa sekitar. Seperti Desa Gunungsari 4 rumah rusak, Desa Gayuhan 2 rumah dan 1 jembatan pun terkena dampaknya.
Kerusakan yang sama juga menimpa 3 rumah di Desa Gegeran dan 1 rumah di Desa Karangrejo.
"Jumlah ini baru sementara, kemunghkinan masih bisa bertambah. Saat ini tim satkorlak masih di lapangan untuk melakukan pendataan," terang Kasi Sosial Kec Arjosari, Eni kepada detiksurabaya.com.
Kejadian tersebut langsung ditanggapi pemerintah daerah setempat. Bupati Suyono bersama Sekda, Mulyono, sekitar 22.00 WIB meninjau lokasi bencana di Desa Tremas.
Hingga saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Sebagian warga membersihkan reruntuhan atap dari rumah yang hancur. Sementara warga lainnya memotong pohon yang tumbang dengan gergaji mesin.
Upaya pembersihan sempat terkendala karena kurangnya penerangan. Hal itu dikarenakan putusnya aliran listrik di wilayah tersebut. Listrik baru menyala sekitar pukul 21.00 WIB.
"Kami berupaya semaksimal mumngkin membersihkannya malam ini, tetapi kalau tidak selesai ya dilakukan besok pagi. Kita perkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah," ujar Kades Tremas, Suhardi Kuswanto. (fat/fat)











































