Menurut Kepala Desa Bodag, Dangkung pengungsian ini dilakukan karena tadi malam terjadi hujan deras di wilayah itu. Untuk menghindari adanya korban jiwa maka dia meminta warganya mengungsi.
Di Desa Bodag yang terletak di lereng Gunung Wilis itu, lanjutnya, rawan terjadi bencana longsor. Karena tanah di wilayah itu, terang Dankung, seringkali bergerak atau tidak stabil.
"Warga ketakutan karena mendengar suara bergemuruh dan tanahnya
bergerak-gerak seperti gempa. Oleh sebab itu warga memilih untuk mengungsi dulu untuk menghindari korban jiwa," katanya pada detiksurabaya.com, Senin (31/12/2007).
Dangkung menjelaskan, warga sebelumnya pernah ditawarai oleh Pemkab Madiun untuk direlokasi. Tapi warga tidak bersedia karena Pemkab Madiun meminta warga relokasi pindah ke luar jawa.
"Oleh sebab itu warga memilih bertahan dirumahnya, walaupun longsor terus mengancam," ujarnya.
Longsor sendiri di wilayah tersebut sebelumnya telah menimbun tanaman pertanian milik warga di desa tersebut. Sehingga warga mengalami gagal panen karena tanamannya rusak tertimbun longsoran. (fat/fat)










































