Bojonegoro Krisis Air Bersih

Bojonegoro Krisis Air Bersih

- detikNews
Senin, 31 Des 2007 12:16 WIB
Bojonegoro - Memasuki hari ke-6 pengungsi korban banjir di Bojonegoro mulai mengeluhkan kekurangan air bersih dan nasi bungkus.

Sebab selama ini yang dikirimkan Pemkab Bojonegoro dan LSM hanya berupa makanan siap saji. Untuk air bersih sendiri yang paling dibutuhkan oleh pengugsi sendiri yakni air minum. Sedangkan untuk keperluan mandi dan lain-lain tidak dipikirkan pengungsi.

"Yang kami butuhkan air bersih dan nasi bungkus. Saat ini sudah sulit air," jelas Soewito (50) warga Jalan Gajah Mada Kota Bojonegoro ketika ditemui detiksurabaya.com di di tenda pengungsian Jalan Trunojoyo, Senin (31/12/2007).

Menurutnya, lebih baik dan lebih tepat kalau pemerintah memberikan bantuan air minum dan makanan matang. Saking sulitnya, 1 botol air mineral yang berisi 1,5 liter harus dibagi dengan isteri, 3 anak dan seorang cucu yang berumur 3 tahun.

Untuk mendapatkan 1 botol air minum, dirinya harus keliling ke kantor-kantor pemerintah yang masih buka. Namun keadaan pengungsi ini dibantah oleh pihak satlak PB Kabupaten Bojonegoro.

Menurut petugas Satlak, Maskan Ali bahwa pengungsi sudah diberikan makanan berupa nasi bungkus sejak 3 hari yang lalu. Selain itu, pihaknya sudah membuka 2 dapur umum yang terletak di kawasan Jalan Trunojoyo dan kantor Kodim 0813 Jalan Cokroaminoto.

"Pemkab sudah memberikan bantuan berupa nasi bungkus dan membuka dapur umum. Untuk kebutuhan air bersih memang sedang terus kami usahakan. Karena memang keadaannya saat ini sedang sulit," tambahnya. (fat/fat)
Berita Terkait