Sebenarnya untuk pemadaman listrik sudah dilakukan sejak Sabtu (29/12/2007) sore. Daerah-daerah yang kebanjiran di pusat kota listriknya sudah diputus.
Namun, khusus aliran listrik yang di pusat kota sekitar Pendopo Kabupaten Bojonegoro yang masih belum diterjang banjir padam pada, Minggu (30/12/2007) siang.
Selain listrik, aliran air bersih juga klenger. Lumpuhnya fasilitas umum ini sangat terasa di Hotel Griya Dharma Kusuma di Jalan Trunojoyo 2-4. Hotel yang paling mewah di Bojonegoro ini terpaksa hanya menyediakan air bersih untuk setiap kamar mendapat jatah 1 ember.
"Ini satu ember untuk sementara mas. Kalau kurang nanti kita kasih lagi," kata seorang petugas hotel kepada salah satu tamunya. "Listrik juga sudah mati, tapi kita pakai genset," tambahnya.
Griya Dharma Kusuma memang masih aman dari terjangan banjir. Lokasinya hanya berjarak 100 meter dari Pendopo Kabupaten. Namun, tak jauh dari hotel tersebut air sudah meluber.
Memang sejak tiga hari ini, warga yang rumahnya kebanjiran sudah tidak lagi memikirkan mandi. Karena mereka sudah basah kuyup untuk melakukan evakuasi atau pengungsian.
Selain itu warga yang mengungsi juga kerepotan tempat mandi. Bagaimana tidak, kebanyakan tempat pengungsian di trotoar jalan sehingga tidak ada sarana yang memadai. Jika ingin buang air pun harus mengungsi ke rumah-rumah warga yang belum tenggelam.
Sementara yang mengungsi di Masjid Agung lebih mementingkan soal makanan. "Halah mas, tidak mandi tidak apa-apa. Yang kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa makan," kata Ny Solekah, warga Kauman yang mengungsi di Masjid Agung.
Selain itu sejak semalam, pengguna Telkomsel harus gigit jari. Pasalnya sinyalnya mati setelah ada gangguan teknis akibat banjir luapan Bengawan Solo.
(gik/gik)











































