Masyarakat pun mulai mengeluh. Sebab warga tidak bisa memasak karena sulitnya mendapat minah. Para penyalur memilih tidak menjual stok minah yang ada. Para penyalur ini menggunakan minah untuk komoditi sendiri.
Bambang Suprayitno, salah satu penyalur minyak tanah mengatakan akibat jalur transportasi putus, dirinya tidak mendapat pasokan minyak tanah.
"Truk pengangkut BBM tidak bisa masuk Bojonegoro karena tertahan," katanya kepada detiksurabaya.com, Minggu (30/12/2007).
Saat ini, jelas dia, dirinya memang masih mempunyai stok tapi itu hanya bisa bertahan tidak lebih dari satu hari kedepan.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, stok sayur segar pun menghilang dari pasaran Bojonegoro karena para pedagang banyak yang tidak berjualan. Selain itu Pasar Induk Bojonegoro juga sudah mulai direndam air. (wln/fat)











































