Seperti seperti RA Kartini, AKBP Suroko, sebagian jalan Teuku Umar, sebagian Jalan Trunojoyo bagian selatan.
Sedangkan perumahan dan jalan-jalan di Bojonegoro sudah terkena banjir. Masjid Agung Jalan Hasyim Asyari, sebagian Jalan Pahlawan pun sudah direndam banjir.
Hingga pukul 09.00 WIB, Minggu (30/12/2007) di Masjid Agung dan Jalan Pahlawan semakin banyak pengungsi yang beradatangan. Saat ini warga yang sudah di dalam pengungsian tidak bisa keluar. Sebaliknya warga juga tidak bisa masuk.
Di alun-alun, saat ini masyarakat berjubel melihat helikopter milik Basarnas yang sedang standby.
Menariknya, terjadi ketegangan antara wartawan. Khususnya wartawan yang datang dari Surabaya dengan wartawan lokal Bojonegoro. Mereka saling bersitegang untuk bisa naik memantau banjir dari udara.
"Wartawan lokal duluan, kita sudah kesusahan. Rumah kita banjir. Anda datang kok seenaknya saja. Baru datang pagi ini kok minta enak saja," kata seorang wartawan koran lokal pada wartawan koran nasional saat di sekitar helikopter.
Akhirnya, ketegangan itu berhasil didinginkan oleh Bupati Bojonegoro, Santoso. "Sudah..sudah gini, silakan koordinasi diatur bagaimana enaknya," katanya di depan wartawan.
Rencananya, hari ini 1 helikopter dari Ngawi akan diterbangkan ke Bojonegoro. (fat/fat)











































