Karena ketinggian air yang semakin mengkhawatirkan, Keluarga para pejabat inipun harus dievakuasi.
Kedua rumah pejabat tersebut berada di jalan Panglima Sudirman. Namun pada saat tim evakuasi dari Basarnas dan Brigif I Marinir Surabaya mau mengevakuasi keluarga wakil bupati, M Talhah menolaknya dengan alasan rumahnya sudah relatif aman dan tidak perlu dievakuasi.
Selain itu tim evakuasi dari Basarnas dan Marinir Brigif I Marinir Surabaya juga melakukan evakuasi terhadap warga yang mengungsi di Kantor PT Telkom. Kantor tersebut yang berada di jalan Diponegoro sudah terendam air setinggi dada orang dewasa.
Warga yang mengungsi di Lembaga Permasyarakatan juga diungsikan, karena air di sekitar LP juga meninggi. Satu pleton yang berisi 30 orang anggota Marinir ini mengevakuasi warga dengan menggunakan 7 perahu karet.
Ratusan warga ini diungsikan ke Pendopo kabupaten yang hanya berjarak 800 meter dari Kantor PT Telkom dan Lembaga Permasyarakatan (LP).
(wln/bdh)











































