Gangguan sinyal ini dirasakan Harto sejak Kamis (29/12/2007) pukul 20:00 WIB. Dia yang hendak menelepon kawannya di Surabaya gagal. Setelah dilihat di indikator LCD di communicatornya ternyata sinyalnya hilang. "Mampus deh aku," kata Harto yang asal Surabaya saat ditemui di Hotel Griya Dharma Kusuma, Jl Trunojoyo.
Kini, Harto tak berkutik. Dia mau membeli nomor operator lain namun semua toko tutup akibat banjir yang sudah meluas itu. "Aduh gimana ini, aku perlu sekali untuk komunikasi," keluh Harto.Keluhan senada diungkap Tata Budiman. Warga Campurejo ini juga sama sekali tidak bisa menggunakan Simpati AS-nya. "Mati. Sudah banjir telpon mati lagi. Apes...apes," kata Tata. (gik/gik)











































