Liburnya penjual makanan ini disebabkan banjir yang kian meluas sejak Sabtu (29/12/2007) siang tadi. Misalnya di Jalan Diponegoro, yang biasanya banyak pedagang buah dan warung makanan malam ini sudah tak ada lagi. Sebab banjir sudah setinggo 1 meter di jalan itu.
Demikian pula di Jalan Untung Suropati. Tingginya air membuat kawasan pertokoan dan perbankan di sepanjang jalan itu tutup. Warung kopi maupun pedagang kaki lima sama sekali tidak ada.'
Dan yang paling mencolok adalah hilangnya puluhan pedagang nasi goreng yang biasanya mangkal di Jalan Panglima Sudirman. Nasi goreng khas areng ini libur semua. Selain karena Jalan Panglima Sudirman banjir, rumah pedagang ini juga tak luput dari sergapan banjir.
"Kalau semua tutup terus kita mau beli di mana lagi," kata Indah, warga Karangpacar yang malam ini kecewa karena makanan kesukaannya Ayam Goreng Kartini tutup, Sabtu, pukul 20:00 WIB.
Sedangkan sejumlah pedagang makanan dan minuman yang masih buka ada di Jalan Teuku Umar dan RA Kartini. Karena terbatasnya jumlah pedagang yang ada sehingga dipenuhi oleh masyarakat yang hendak makan malam.
Begitupula pedagang kaki lima yang berjualan kopi di Jalan Trunojoyo ketiban sampur. Pedagang yang masih buka ini dagangannya laris manis. Sejumlah anak muda duduk lesehan di atas trotoar mennyruput kopi kesuakaanya.
(gik/gik)











































