Dan yang samakin membuat was-was, debit air di dalam kota terus merengsek naik. Dari pengamatan detiksurabaya.com, daerah yang masih aman dari luapan Bengawan Solo hanya beberapa titik.
Diantaranya adalah Pendopo Kabupaten Jalan Mas Tumapel, Jalan Trunojoyo bagian selatan, Jalan Soeroko, Jalan Teuku Umar, Jalan RA Kartini dan sebagian Desa Kadipaten.
Wilayah diluar itu sudah tenggelam dengan ketinggian air cukup bervariasi, 50 cm hingga 3 meter. Daerah yang banjir di kecamatan kota dan di luar kota Bojonegoro. Sedangkan daerah banjir yang listriknya padam, antara lain Kauman, Klangon dan Kepatihan."Yang pasti daerah yang belum kena banjir itu terisolasi. Lha lainnya sudah banjir," kata Hendriana, warga Kelurahan Kadipaten.
Daerah yang belum banjir ini berada di pusat kota dan memang posisinya berada di dataran tinggi. "Apa yang mungkin semuanya nanti banjir. Terus nasib kita bagaimana," kata Hendriana, yang konter aksesoris selulernya di Karang Pacar sudah terendam banjir ini.
Dan yang aneh lagi, saat detiksurabaya.com keliling ke daerah-daerah yang airnya tidak begitu tinggi merasa ada kejanggalan. Sebab di jalanan Bojonegoro yang biasanya berseliweran mobil-mobil pribadi, malam ini tak tampak lagi.
Yang terlihat hanya lalulalang warga bersepeda motor dan sepeda pancal. "Mungkin sudah mengungsi ke luar kota atau justru sudah terendam di rumahnya masing-masing," kata Hendriana.
Di jalanan yang direndam banjir masih banyak ditemui warga yang berjaga. Mereka memasang kayu penghalan di tengah jalan untuk menghalangi laju kendaraan. Sebab mereka tak ingin gelombang yang diakibatkan kendaraan yang lewat membuat air bertambah deras menyapu rumahnya.
(gik/gik)











































