Baru mengungsi 2 hari, sekitar pukul 14.00 WIB Liana terpaksa dilarikan ke RSUD Bojonegoro karena mengalami sakit pra bersalin. Kini dia terbaring di ruang nifas RSUD menunggu detik-detik kelahiran anak pertamanya, dengan didampingi sang suami, Yudi.
"Kasihan dia. Hamil tua pontang-panting ngungsi dan sekang di rumah sakit," ujar kakek Liana, Lamijan (44), pada detiksurabaya.com, Sabtu (29/12/2007).
Lamijan berharap agar Pemkab Bojonegoro menanggung biaya persalinan Liana, karena mereka adalah korban banjir dan warga tidak mampu. Apalagi, Yudi hanya seorang penjaga toko yang beberapa hari ini tidak bekerja karena toko kebanjiran.
"Kalau buyut saya lahir laki-laki akan saya beri nama Rajir Prakoso. Kalau perempuan namanya Rinji Andriani. Keduanya mengandung arti banjir," tutur Lamijan saat di warung membelikan Liana nasi bungkus.
Sementara, luapan bajir dari Sungai Bangawan Solo semakin mengepung kota Bojonegoro. Akses transportasi dalam kota nyaris lumpuh. Sebagian besar warga korban banjir mulai kehabisan bahan makanan.
(bdh/bdh)











































