Puskesmas Kewalahan Tangani Pengungsi Ngawi

Puskesmas Kewalahan Tangani Pengungsi Ngawi

- detikNews
Sabtu, 29 Des 2007 13:33 WIB
Ngawi - Puskesmas Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi kewalahan menangani pasien para pengungsi korban banjir. Para pengungi rata-rata mengeluhkan sakit demam dan diare.

Menurut dokter jaga di Puskesmas Geneng, Puji Rusdiyanto, pada hari keempat banjir yang terjadi di Ngawi, para pengungsi yang mengeluhkan sakit jumlahnya semakin membludak.

Pada hari sebelumnya, pasien yang dirawat di puskemas jumlahnya sekitar 100 orang per hari. Namun, pada hari keempat atau Sabtu (29/12/2007), jumlah pasien yang antre untuk diperiksa karena sakit jumlahnya semakin membludak hingga tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.

"Ini karena keterbatasan tenaga medis. Sehingga tidak semua pengungsi yang mengeluhkan sakit belum bisa dilayani," ujar Puji pada detiksurabaya.com.

Pihak puskesmas menurut Puji, lebih memprioritaskan kepada korban banjir yang mengeluhkan gejala penyakit berat seperti demam yang tinggi dan diare. "Yang lainnya mengeluhkan batuk, gatal-gatal kulit, pilek dan sesak nafas," tegasnya.

Kapasitas di puskesmas tersebut hanya bisa menangani pasien rawat inap maksimal 10 orang. Namun hingga Sabtu siang ini, jumlah pasien yang rawat inap mencapai 30 orang.

Karena terbatasnya bangsal yang dimiliki puskesmas tersebut mereka terpaksa dirawat dengan bed ala kadarnya yang diletakkan di lantai. Puji sendiri berharap agar bantuan obat-obatan dan tenaga medis segera dikirim sehingga korban banjir yang sakit tidak telantar.

Sedangkan hingga saat ini ketinggian air di Jalan Raya Geneng mulai surut setengah meter dari sebelumya yang mencapai satu meter. Namun pemukiman warga di tujuh desa di Geneng masih terendam banjir hingga ketinggian 2 hingga 3 meter.

Proses evakuasi pun hingga saat ini masih terus dilanjutkan mengingat cuaca di Ngawi hingga berita ini diturunkan dalam keadaan mendung.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait