"Itu adalah pantauan terakhir pukul 09.00 tadi," kata Kepala Traffic Information Centre (TIC) Polda Jatim, AKP Iwan Saktiadi, saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (29/12/2007).
Namun, kata Iwan, untuk kendaraan pribadi masih bisa meneruskan perjalanannya melalui jalur alternatif seperti jalur Kendal, Sine dan Jogorogo yang akhirnya tembus ke Sragen.
Di jalur alternatif itu, tambah Iwan, petugas sudah siap sedia mengarahkan dan memandu kendaraan yang lewat. Rambu arah jalan pun sudah dipasang sepanjang jalur itu.
Kendaraan besar, lanjut Iwan, sebenarnya bisa juga melewati jalur tersebut namun sangat beresiko karena medan jalan yang berliku dan naik turun.
Sementara itu untuk jalur Ngawi - Surabaya saat ini sudah bisa dilewati kendaraan karena genangan air sudah mulai surut sekitar 50 - 60 cm dari sebelumya yang mencapai 1,5 meter.
Tidak berbeda dengan jalur Ngawi - Solo, jalur utama Bojonegoro - Cepu pun hingga saat ini lumpuh akibat banjir setinggi hingga 1 meter. Parahnya tidak ada jalur alternatif sepanjang jalan itu.
Petugas pun jauh-jauh sudah mengantisipasi kendaraan yang mengarah ke jalur itu di pertigaan Pasar Babat, Lamongan. Di tempat itu petugas sudah memberi tanda kepada pemakai jalan agar tidak melewati jalur Bojonegoro - Cepu.
Satu-satunya alternatif jalan adalah memutar arah menuju jalur Utara yang menuju ke arah Tuban. Itu berarti pemakai jalan harus memutar arah jauh sekali.
(iwd/bdh)











































