Tak Kenal Lelah Melawan 'Serangan Fajar'

Banjir Bojonegoro

Tak Kenal Lelah Melawan 'Serangan Fajar'

- detikNews
Sabtu, 29 Des 2007 05:40 WIB
Bojonegoro - Tak ada kata lelah. Itulah semangat para korban banjir yang semalam suntuk harus kerja keras mengevakuasi perabotan rumah tangga dan barang berharga miliknya dari terjangan luapan Bengawan Solo.

Ketika warga Bojonegoro yang daerahnya tak terkena banjir tertidur lelap namun di kawasan yang kebanjiran pemandangannya bertolak belakang. Warga dibuat sibuk dengan datangnya air di pagi buta.

Pengamatan detiksurabaya.com, Sabtu (29/12/2006) Pukul 03:00 WIb, warga di sepanjang Jalan Rajekwesi, Jaksa Agung Suprapto dan di Jalan KH Mansur masih diwarnai hiruk pikuk pengungsian massal.

Warga KH Mansur yang lokasinya di Kelurahan Ledok wetan pagi ini tak bisa lolos dari luapan Bengawan Solo yang terlebih dulu menenggelamkan Desa Ledok Wetan yang ada di dalam tanggul.

Karena luberan air menerobos dari tanggul darurat, tak ayal jalan KH Mansur terendam. Dan semakin tingginya air membuat warga di sisi selatan jalan tersebut pontang panting menyelamatkan harta bendanya.

"Daripada rusak mending kita ungsikan dulu. Lihat saja airnya terus mengalir deras. Dan sudah mulai masuk ke perumahan," kata Septa, ibu dua anak yang masih siaga menghadapi 'serangan subuh'.

Banjir yang terjadi dinihari ini juga melanda di Kelurahan Sumbang. Perumnas di Jalan Pattimura akhirnya dijamah banjir. Kebanyakan warga tak sadar jika luapan air dari Jalan Rajekwesi 'mampir' juga ke rumahnya.

"Air dirumah saya terus naik. Saya dan keluarga menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi," ujar Farid, warga Gg Caraka, Sumbang, yang rumahnya berada di belakang Perumnas.

Pemadangan serupa juga terlihat di Klangon maupun Jetak. Becak maupun sepeda motor hilir mudik mengakuti warga yang akan mengungsi. Mereka terlihat sangat lelah. Wajahnya kuyu, tanda kurang istirahat.

"Capek sekali rasanya, tapi bagaimana lagi. Rumah tenggelam, mau kemana lagi kalau tidak mengungsi," kata Ny Indah yang akan mengungsi di rumah kerabatnya di Kelurahan Kepatihan itu. Saat ditemui Ny Indah masih mengenakan daster dan bersandal jepit. Sedangkan tangannya menggenggam tas yang berisi pakaian dan barang berharga miliknya.

Lain lagi di Jalan Rajawali. Warga yang mayoritas keturunan ini mulai malam hingga pagi ini berjaga di depan rumahnya. Sebab banjir sudah menggenangi Jalan Ronggolawe yang jaraknya hanya beberapa meter lagi. Bahkan beberapa rumah di Kawasan Pacinan ini sudah dialiri luapan air. (gik/gik)
Berita Terkait