Tak Ada Perahu Karet, Evakuasi Warga dengan Getek Debog

Tak Ada Perahu Karet, Evakuasi Warga dengan Getek Debog

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 23:01 WIB
Tak Ada Perahu Karet, Evakuasi Warga dengan Getek Debog
Bojonegoro - Banjir di Bengawan Solo telah menenggelamkan ribuan rumah di 14 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Sayangnya penangan evakuasi warga terkesan tidak siap.

Selama tiga hari kebanjiran, proses evakuasi kebanyakan menggunakan perahu kayu milik warga. Bahkan tak sedikit yang membuat rakit sendiri berbahan batang pisang atau biasa disebut getek debob untuk menyelamatkan diri.

Warga tentunya mengeluhkan ketidaksiapan Satlak Penanganan Bencana Bojonegoro yangdibawah Komando Pudjiono.Warga sebenarnya membutuhkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang posisinya di daerah terpencil di pinggiran Bengawan Solo.

"Piye to pemerintah. Banjire gede ngene kok gak ngirim perahu karet. Lha nak wargane kelelep piye. (Bagaiman pemerintah ini. Banjirnya sudah besar begini kok tidak juga mengirim perahu karet-red)," keluh Asmani, warga Ngulanan yang mengungsi di jalan raya kepada detiksurabaya.com, Jumat (28/12/2007) petang.

Warga memang pantas mengeluh. Berdasarkan pantauan detiksurabaya.com,di beberapa daerah yang kebanjiran sebagian besar memang berjuang sendiri untuk keselamatah jiwanya.

Seperti di Ngulanan, Kalitidu, Padangan dan Kecamatan Dander.Kalaupun ada perahu karet bermesin diesel yang diterjunkan, itu pun jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan pertolongan.

"Saat ini 6 unit perahu karet sudah kita kerahkan dan ratusan petugas yang tersebar di semua kecamatan dan desa yang menjadi korban banjir. Begitupula dapur umum sudah berdiri," kata Pudjiono saat dihubungi detiksurabaya.com.

6 perahu karet itu berasal dari 1 unit milik Pemkab Bojonegoro, 1 dari PMI, 2 perahu dari Basarnas dan 2 unit dari Brimob. (gik/gik)
Berita Terkait