Pantauan detiksurabaya.com, Jumat (28/12/2007) pukul 13.00 WIB , polisi berjaga-jaga di Desa Leran, Cengungklung Kecamatan Kalitidu, Kuncen dan Padangan. Petugas kepolisian ini mengingatkan kepada semua pengendara untuk tidak meneruskan perjalanan.
"Tolong kembali saja. Banjirnya cukup tinggi, daripada nanti mogok di tengah," kata Kompol Gufron, Kesubag Lantas Polwil Bojonegoro saat memantau banjir di Leran, Kalitidu.
Meski sebenarnya jalur tersebut sudah ditutup, namun polisi tak bisa berbuat banyak ketika banyak pengendara yang tetap memaksakan niatnya menerjang banjir.
"Kita sudah beritahu, tapi jika ingin lewat ya silahkan dan tanggung sendiri akibatnya," kata Gufron kepada detiksurabaya.com. Kebanyakan yang nekat melintas adalah truk besar dan bus. Sedangkan mobil pribadi, khususnya jenis sedan banyak yang balik kucing.
Gufron meminta kepada semua pamakai jalan yang akan ke Ngawi maupun Cepu Jawa Tengah hendaknya mencari jalur lain, misalnya melalui Tuban atau Jombang. "Di Kalitidu banjirnya sudah cukup parah dan ketinggian air terus naik," terangnya.
Banjir yang memutus jalur Bojonegoro-Cepu ini mengakibatnya banyak warga yang akan bepergian menumpang mobil angkutan umum terlantar. Sebab banyak angkutan umum yang tak berani menerjang banjir. Sehingga tak sedikit yang jalan kaki, atau mencari tumpangan truk yang melintas. (gik/gik)











































