Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Aris Wibawa naiknya status Lamongan menjadi siaga 3 ini diberlakukan karena saat ini ketinggian air di Bengawan Solo yang sudah semakin mengkhawatirkan.
"Selain itu, juga karena daerah di luar Lamongan seperti Madiun dan Bojonegoro banjir agak besar," terang Aris.
Aris mengatakan, beberapa wilayah yang rawan terjadi bencana banjir yaitu daerah-daerah yang dilewati Sungai Bengawan Solo, diantaranya adalah Kecamatan Babat, Sekaran, Maduran, Glagah dan beberapa wilayah lain.
"Intinya, yang perlu diwaspadai adalah daerah-daerah yang letaknya di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo," tuturnya.
Aris juga menuturkan, untuk mengantisipasi bencana, Satlak Penanggulangan Bencana Lamongan sudah menyiapkan segala sesuatunya dan menggelar piket selama 24 jam nonstop. "Logistik dan alat komunikasi untuk mengantisipasi bencana juga sudah disiapkan," terangnya.
Untuk itu, Aris menyarankan kepada semua warga yang rumahnya berada di bantaran Sungai Bengawan Solo untuk berhati-hati karena musibah sewaktu-waktu bisa terjadi. "Kalau bisa warga harap mengungsi dulu dan mengamankan barang-barangnya," jelasnya.
Sementara itu, penjaga pintu air di Babat barrage (bendung gerak Babat) di Desa Kendal Kecamatan Sekaran Lamongan, Bandi mengaku saat ini ketinggian air di Bengawan Solo sudah mencapai 7,60 meter.
"Karena kondisi inilah, maka status Lamongan saat ini siaga 3," terangnya. (fat/fat)










































