Jalan Cepu Lama Terendam, Warga Pasang Karung Pasir

Jalan Cepu Lama Terendam, Warga Pasang Karung Pasir

- detikNews
Jumat, 28 Des 2007 08:16 WIB
Bojonegoro - Ketinggian air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus merambat naik. Malah, Jalan Cepu Lama di Dukuh Madean, Kelurahan Jetak, Bojonegoro Kota, mulai kemasukan air.

Luapan sungai terpanjang di Jawa ini menggenangi sedikitnya 2 titik di jalan Cepu Lama mulai sekitar pukul 22.30 WIB, Kamis (27/12/2007) kemarin. Spontan warga setempat bergotong-royong mengisi karung-karung plastik yang sebelumnya sudah disiapkan untuk diisi pasir.

"Kalau tidak cepat ditanggul nanti air akan terus masuk jalan. Ini warga akan melekan Mas, jaga-jaga kalau banjir naik lagi melewati karung-karung pasir itu," kata Hartono, warga Madean Jetak pada detiksurabaya.com sambil mencangkul pasir untuk mengisi karung, Jumat (28/12/2007) .

Malah, air sudah menggenangi belasan rumah di jalan Cepu Lama. Bukan akibat luapan sungai Bengawan Solo tapi dari rembesan air dari dalam tanah pekarangan mereka. Hanya, warga masih tetap tinggal di rumah sebaliknya dari pada mengungsi.

Arus deras sungai Bengawan Solo terus menggila. Bahkan, jalan Raya Bojonegoro-Cepu di Desa Kuncen Kecamatan Padangan, Bojonegoro sudah terendam banjir selutut. Padahal Kamis malam 10 cm.

"Jalan raya sudah tergenang selutut mulai pukul 19.00 WIB Kamis malam. Sedangkan di kampung-kampung air sudah mencapai 2 meter," jelas Yusuf, Kepala Desa Kunci, Padangan kepada detiksurabaya.com.

Ditambahkan Yusuf, sepeda motor dan mobil kecil seperti sedan tidak bisa melintas di jalur Bojonegoro-Cepu. Kendaraan tersebut harus di dorong. Yang lewat hanya truk-truk besar, itupun berjalan sangat pelan.

Sedangkan Balai Desa Kuncen tidak bisa lagi digunakan sebagai tempat pengungsian warga karena juga tergenang banjir. Maka warga pengungsi dialihkan ke kantor Kecamatan Padangan yang masih relatif aman. (fat/fat)
Berita Terkait