Ketinggian Air Meningkat, Warga Bojonegoro Diminta Waspada

Ketinggian Air Meningkat, Warga Bojonegoro Diminta Waspada

- detikNews
Kamis, 27 Des 2007 11:26 WIB
Bojonegoro - Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Jatim membawa dampak di Kabupaten Bojonegoro yang dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Demikian disampaikan oleh Kepala Satuan Pelaksana Penanganan Bencana dan Pengungsi (Satlak BPP) Pudjiono saat ditemui Kasubdin Humas Dinas Infokom Kabupaten Bojonegoro, Jhony Noorhariyanto.

"Banjir yang terjadi di daerah hulu seperti beberapa wilayah di Provinsi Jateng dan sebagian di Provinsi Jatim harus diwaspadai," katanya dalam rilisnya ke detiksurabaya.com, Kamis (27/12/2007).

Menurut Pudjiono, sejak kemarin (26/12/2007) pukul 14.00 WIB ketinggian air di Bengawan Solo telah mencapai 29.65 peischal. Sedangkan ketinggian normal di Karangnongko adalah 26.00 peischal. Karangnongko merupakan acuan untuk pantauan keadaan air di wilayah Bojonegoro.

Sedangkan pukul 06.00 WIB, Kamis (27/12/2007) saat ini ketinggian air di Karangnongko mencapai angka 30.96 peischal dan ketinggian air Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro mencapai 14.74 peischal.

Sementara pukul 07.00 WIB ketinggian air di Karangnongko meningkat menjadi 31.01 peischal. Ketinggian air ini diperkirakan akan terus naik seiring dengan datangnya air kiriman dari daerah hulu.

Masih dalam keterangannya kepada Humas, Pudjiono mengatakan saat ini beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro mulai terendam air yakni Kecamatan Margomulyo. Luapan air Bengawan Solo menggenangi dua desa yakni Desa Kalangan dan Desa Ngelo.

Di tempat itu kurang lebih 133 kepala keluarga rumahnya tergenang dan 10.5 hektar tanaman padi terendam air. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Ngraho, luapan air Bengawan Solo mengakibatkan 7 desa terendam banjir.

Diantaranya, Desa Tapelan, Luwihaji, Sugihwaras, Sumberagung, Mojorejo, Sumberarum dan Desa Payaman.

Menurut Pudjiono banjir di Kecamatan Ngraho mengakibatkan 151 hektar tanaman padi dan 50 hektar tanaman palawija terendam banjir sedangkan rumah tergenang mencapai 395 rumah tergenang.

Untuk Kecamatan Padangan banjir mengakibatkan 25 rumah penduduk tergenang dan kurang lebih 70 jiwa mengungsi di Pendopo Kecamatan
Padangan.

Sedangkan Kecamatan Kasiman, banjir akibat luapan air Bengawan Solo mengakibatkan tiga desa yakni Desa Batokan, Betet dan Tembeling dan merendam kurang lebih 1.350 rumah penduduk.

Pudjiono mengimbau kepada seganap warga masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir yang setaip saat datang.

Hingga pukul 09.00 WIB ketinggian air di waduk Karangnongko menunjukkan kenaikan mencapai 31.06 peischal.
(fat/fat)
Berita Terkait