Dusun yang masih terendam adalah Dusun Gambiran Selatan Desa Gambiran. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa atau 30 cm. Akibatnya aktivitas warga masih saja terhenti.
Warga tidak bisa memasak karena dapur mereka terendam. Air bersihpun sulit didapat. Untuk keluar masuk, warga harus menggunakan gerobak atau rakit buatan.
Samiaji (34) salah satu warga mengatakan kepada detiksurabaya.com mengatakan dirinya bersama keluarganya tidak bisa beraktivitas sejak kemarin. Rumah mereka terendam.
Bahkan menurut Samiaji saat ini rasa lapar mendera mereka. Karena bantuan makanan dari Pemkab belum mereka terima pada pagi ini.
"Sejak kemarin air tidak turun sehingga saya tidak bisa bekerja," kata Samiaji yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak, Kamis (27/12/2007).
Tidak hanya rumah warga di Dusun Gambiran yang terendam, fasilitas publik yang lain juga masih terrendam air, yaitu Polsek Mojoagung dan Kantor Pos Mojoagung. Air masih setinggi lutut.
Anggota Polsek Mojoagung terlihat mengangkut peralatan kantor dan
berkas-berkas yang masih tersisa. Sebagian lagi ada yang membersihkan kaca jendela polsek. (fat/fat)










































