Misalnya di kawasan Ledok Wetan, sebuah perahu yang mampu menampung 10 orang tersebut berkeliling ke lorong-lorong kampung.
Rata-rata yang menyewa perahu yakni orang-orang yang akan berangkat kerja dan ke pasar. Harga untuk menyewa perahu pun juga murah, hanya Rp 500 saja.
Salah satu penyewa perahu, Tikno mengaku hingga pagi ini dirinya sudah lebih 5 kali berkeliling kampung di kawasan Ledok Wetan.
"Saya sudah mengantongi Rp 30 ribu sejak pagi tadi menyewakan perahu untuk orang-orang yang hendak ke pasar, kerja atau berdagang," katanya kepada detiksurabaya.com saat berkeliling di kampung-kampung, Kamis (27/12/2007).
Dia menambahkan, dirinya mengaku kebanjiran penumpang sejak banjir tiba. Tikno mengaku sehari-harinya, dirinya hanya mencari ikan di pinggiran Sungai Bengawan Solo.
Sementara itu, ketinggian air yang menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan.
Dari pantauan detiksurabaya.com di Kecamatan Kota, kelurahan yang sudah tergenang air, Ledok Wetan, Ledok Kulon, Klangon dan Jetak. Selain Kecamatan Kota, luapan Bengawan Solo juga merendam pemukiman penduduk di kawasan Banjarsari, Campurrejo, Mulyoagung.
Ketinggian air hingga saat pukul 07.45 WIB mencapai 15 hingga 60 cm. Daerah-daerah yang terendam air posisinya berada di bibir Bengawan Solo. Otomatis, bila ada luapan air, maka pertama kali akan tergenang.
Salah satu warga Ledok Wetan RT 03 RW 01, Siti mengaku jika air terus bertambah dibanding dini hari tadi.
"Tadi pagi belum tinggi seperti sekarang. Jadi semua perabotan diamankan dan di gantung-gantung saja di dinding-dinding," katanya.
Meski banjir, ada beberapa rumah-rumah warga yang tidak terendam air karena sudah ditinggikan. Meski tetap banjir, anak-anak tetap bersekolah dengan diantar orangtuanya. Anak-anak tersebut naik di atas sepeda dan orangtuanya yang menutntun sepeda. Sementara sekolahnya berada di luar kawasan banjir. (fat/fat)











































