Status akan menginjak siaga III atau fase kritis jika papan duga menunjukkan angka 15.00 skala pheilschaal. Sebelumnya pantauan detiksurabaya.com di papan duga pada pukul 21.30, debit air sudah mencapai ketinggian 14,30 skala pheilschaal.
Pantauan di Kecamatan Kota Bojonegoro, Jl Prajurit Abu, Kelurahan Klangon, khususnya pemukiman penduduk yang berada di dalam tanggul kondisinya mengkhawatirkan. Luapan Bengawan Solo sudah mulai memasuki rumah penduduk dengan ketinggian 30 Cm.
Di Jalan Letda Suradji Kelurahan Ledok Wetan, air yang berwarna coklat keruh itu juga sudah merangsek ke dalam perumahan. Ketinggian air menyentuh 50 cm.
Sebagian warga yang rumahnya terendam, sudah mengungsi di atas tanggul dengan membawa hewan ternaknya dan barang berharga lainnya. Hanya saja mereka belum mendirikan tenda. Warga hanya tiduran beralas tikar.
Cuaca di Bojonegoro mendung, sempat gerimis meski tak lama. "Air terus naik. Sebab di daerah hulu banjir. Mungkin siang banjir makin besar," kata Tino, warga Ledok Wetan. Selain itu, pemukiman penduduk yang selama ini dikenal langganan banjir di Ledok Kulon juga sudah banjir.
Sebelumnya diberitakan banjir akibat luapan Bengawan Solo sudah merendam rumah penduduk di 3 Kecamatan wilayah barat Bojonegoro yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu Kecamatan Margomulyo, Ngraho dan Padangan. (gik/gik)











































