Pengungsian salah satunya di Balai Desa Kuncen Kecamatan Padangan. Di kecamatan tersebut, ketinggian air yang menggenangi rumah hingga ketinggian 1,5 meter.
Selain di Balai Desa, warga juga mengungsi di masjid, rumah warga yang masih aman serta sejumlah gedungs sekolah. Pantauan detiksurabaya.com, warga sebagian besar membawa sepeda motor.
Untuk barang-barang elektronik masih di rumah dengan dijaga para kaum pria. Para wanita dan anak-anak diungsikan. Di balai desa tersebut belum terlihat dapur umum milik Satlak PB Pemkab Bojonegoro.
"Kita mengungsi sejak pukul 19.00. Yang jaga rumah bapake anak-anak," kata Ibu Niamah warga Kuncen yang ditemui mengungs, Pukul 23.30 WIB.
Pengamatan detiksurabaya.com, sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Solo dari Kalitidu, Purwosari, Padangan terlihat debit air cukup besar. Di jembatan Kalitidu, air hampir menyentuh bibir jembatan. Begitupula di Jembatan Purwosari dan Kuncen.
Luapan Bengawan Solo juga mengancam memutuskan jalur Bojongoro Jawa Timur dan Cepu Jawa Tengah. Sebab air sudah merambah mendekati bibir jalan. Persawahan di sepanjang tepi jalan raya juga sudah rata dengan air. (gik/gik)











































