Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemkab Bojonegoro telah menetapkan status Siaga 2. 3 Kecamatan wilayah barat Bojonegoro yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu Kecamatan Margomulyo, Ngraho dan Padangan.
"Ini saya sedang menunggu laporan dari kecamatan lainnya. Kecamatan Kota juga akan melaporkan banjir, bahkan malam ini banjir bisa mencapai Kecamatan Kanor," kata Pujiono, Komandan Satlak PBP Pemkab Bojonegoro saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (26/12/2006) malam.
Pantauan detiksurabaya.com di Bengawan Solo di papan duga utara Pasar Kota pada pukul 21.30, debit air sudah mencapai ketinggian 14,30 skala pheilschaal. Artinya, sudah dalam status Siaga 2 dan tidak lama lagi akan dinaikkan menjadi Siaga 3 atau darurat bencana.
"Sekarang sudah Siaga 2. Besar kemungkinan tidak sampai tengah malam nanti akan naik menjadi Siaga 3 pada skala pheilschaal 15,00. Banjir kiriman dari Madiun dan Ngawi cepat sekali masuk Bojonegoro," tambah Pujiono yang telah menyiagakan seluruh petugas Satlak PBP tiap kecamatan.
Menurut Pujiono, ketinggian air sungai Bengawan Solo sekarang lebih tinggi dibanding puncak bencana banjir musim hujan yang lalu pada bulan April 2007.
Penduduk di pinggir sungai Bengawan Solo tampak siaga menjaga kampung dan rumah mereka untuk mengantisipasi datangnya terjangan banjir secara mendadak. Namun, tukang perahu bermotor tetap nekad menyeberangkan para penumpang di tengah arus deras sungai yang sangat membahayakan keselamatan. (gik/gik)











































