Takut Dijarah, Korban Banjir Bertahan di Rumah

Takut Dijarah, Korban Banjir Bertahan di Rumah

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 21:51 WIB
Jombang - Meski sudah ada tiga titik tempat pengungsian bagi warga korban banjir, namun warga yang desaya terendam banjir di Kabupaten Jombang memilih tetap tinggal di rumah atau di rumah sanak saudaranya.

Warga memilih tinggal di rumah untuk menjaga barang-barangnya dari jarahan maling. Sebisa mungkin barang berharga seperti televisi dan sepeda motor diselamatkan ke tempat yang lebih tinggi.

"Paling juga nanti surut. Kami takut kalau rumah kami tinggal, nanti dijarah maling," kata Sulastri, warga Dusun Pakundan, Desan Kademangan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang saat ditemui detiksurabaya.com di depan rumahnya, Rabu (26/12/2007).

Saat ditemui, Sulastri berserta Ira (17) anaknya sedang membersihkan halaman rumah dari sampah yang terbawa arus air banjir. Karena rumahnya lebih tinggi, rumah sederhana itu hanya terendam sekitar 50 cm atau separuh ketinggian air banjir.

"Tadi memang ditawari oleh pak camat untuk pindah ke lokasi pengungsi. Tapi saya menolak. Lebih baik saya disini," paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Suritman (40), warga Desa Janti. Meski rumahnya terendam banjir setinggi sekitar 1 meter, dia memilih bertahan di rumah saudaranya yang berada di Jalan Veteran, sekitar 700 meter dari tempat tinggalnya. Meski banjir menenggelamkan rumahnya ayah empat orang cucu itu tetap tidak mau tinggal di pengungsian.

"Bagaimanapun saya akan tetap bertahan di sini atau di rumah saudara saya. Saya takut rumah saya dijarah," ungkap Suritman.

Dari pengamatan detiksurabaya.com di tiga lokasi pengungsian yaitu di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung, Masjid Kauman dan di Balai Desa Mojotrisno hanya ada beberapa warga yang tampak ngobrol santai.

Bagi warga Kecamatan Mojoagung, banjir sudah jadi langganan setiap saat. Namun banjir kali ini adalah banjir yang terparah.
(stv/bdh)
Berita Terkait