Penutupan ini dilakukan oleh kepolisian setempat karena rawan ancaman jembatan tersebut ambruk, akibat tergerus air Bengawan Solo yang datang dari Ponorogo menuju Madiun.
Dari pantauan detiksurabaya.com, warga merasa ketakutan karena salah satu penyangga jembatan di bagian kiri terkikis air. Selain itu jembatan juga terkena ratusan bambu patah yang menumpuk di lokasi jembatan.
"Jembatan itu mengeluarkan suara kretek..kretek. Sehingga warga ketakutan bila jembatan ini ambrol," kata Pembantu Kepala Dusun (Bayan) Dukuh Bangunrejo, Mashudi kepada detiksurabaya.com, saat di lokasi, Rabu 926/12/2007).
Akibat penutupan ini, warga tidak bisa melewati jembatan yang menghubungkan dengan Kecamatan Nguntoronadi Magetan. warga harus memutar untuk menuju Kota Madiun hingga 40 kilometer. Hingga saat ini lokasi jembatan dipadati warga untuk melihat dari dekat. (fat/fat)











































