"Status kita waspada. Sebab hari ini ada potensi banjir kiriman dari Ngawi dan Madiun. Kabar yang saya terima, Bengawan Solo di atas sudah banjir," kata Pujiono, Komandan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemkab Bojonegoro pada detiksurabaya.com, Rabu (26/12/2007).
Saat ini Satlak PBP intensif memantau ketinggian air sungai Bengawan Solo di Dam Karang Nongko, Kecamatan Ngraho, yang berdekatan dengan wilayah Ngawi. Dam Karang Nongko itu digunakan sebagai acuan ketinggian air sungai yang akan masuk Bojonegoro.
Namun, pantauan detiksurabaya.com pada Bengawan Solo di ruas utara Pasar Kota pukul 14.00 WIB, ketinggian air sungai baru menunjukkan angka 11,80 skala pheilschaal. Kondisi ini menurun dibanding Selasa (25/12/2007) yang mencapai ketinggian 13,30 skala pheilschaal.
Sedangkan Satlak PBP baru menetapkan status siaga 1 bencana jika papan duga menyentuh angka 29,00 skala pheilschaal. "Siaga itu kalau sudah skala 29, sekarang belum. Tapi kita waspada. Kita tunggu saja perkembangan air kiriman dari Ngawi dan Madiun sampai malam nanti," tambah Pujiono.
Sesuai data dari Satlak PBP Pemkab Bojonegoro, sedikitnya ada 13 kecamatan dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan sebagai daerah rawan banjir.
Yaitu akibat luapan air sungai Bengawan Solo. 13 Kecamatan itu belum termasuk kecamatan-kecamatan lain di wilayah pinggir hutan yang rawan banjir bandang.
(gik/gik)











































