Cuaca Membahayakan, Nelayan Pacitan Libur Melaut

Cuaca Membahayakan, Nelayan Pacitan Libur Melaut

- detikNews
Rabu, 26 Des 2007 09:36 WIB
Pacitan - Cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir membuat nelayan Pacitan waspada. Kendati aktivitas melaut tetap berjalan normal namun hanya beberapa yang berani berlayar sampai tengah. Bahkan dua kapal ikan bermesin tempel yang mendarat tak satupun yang membawa ikan. Suasana sepi juga nampak di tempat pelelangan ikan. Bangunan los yang biasanya padat dengan kegiatan jual beli, mendadak berubah sepi. Hanya nampak beberapa pedagang duduk di bangku sambil menunggu perahu
mendarat. Sementara para nelayan menghabisakan waktu dengan membenahi peralatan penagkap ikan."Tiap tahun memang seperti ini, apalagi kalau sudah masuk mongso pitu ombaknya pasti besar," terang Paidi (55), nelayan di Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku Pacitan yang mengaku menggunakan patokan penanggalan Jawa untuk melaut.Mongso pitu atau hitungan ke tujuh kalender Jawa, kata Paidi biasanya jatuh pada awal akhir Desember hingga awal Januari. Saat itu ketinggian gelombang laut bisa mencapai empat hingga lima meter.Terjadinya gelombang pasang diawali munculnya gumpalan awan gelap dari arah lepas pantai. Fenomena alam tersebut diikuti hempasan angin kencang yang membentuk pusaran."Kalau sudah ada pertanda seperti itu kami pilih cari selamat saja", tutur nelayan lainnya, Ahmad kepada detiksurabaya.com, Rabu (26/12/2007).Paimin mengatakan, tidak selamanya kenaikan permukaan air laut membawa derita bagi warga. Tak jarang nelayan yang justru memetik rejeki berlimpah pasca datangnya gelombang pasang. Beberapa jenis ikan yang hidup di dasar batu karang seperti udang dan lobster relatif mudah ditangkap karena terbawa arus air (gik/gik)
Berita Terkait