Keluarga ABK Tug Boat Minta Polair Cari Para Korban

Keluarga ABK Tug Boat Minta Polair Cari Para Korban

- detikNews
Selasa, 25 Des 2007 16:45 WIB
Banyuwangi - Belum adanya kejelasan nasib 3 awak kapal tug boat TJA 2811 yang ditelan ombak di Perairan Batu Tulis, Selat Bali membuat khawatir keluarga para korban. Keluarga Edy Sulistiyo, salah satu ABK kapal tug boat yang hilang mendatangi Kantor Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Banyuwangi.

Kakak kandung Edy yang bernama Heri meminta kepada pihak kepolisian untuk menemukan adiknya yang sudah hampir tiga hari hilang. Heri yang jauh-jauh datang dari Magelang, Jawa Tengah ini berharap bisa membawa pulang adiknya apapun kondisinya.

"Kita berharap dengan sangat pada bapak-bapak ini untuk menemukan adik saya. Meninggal atau selamat kita akan bawa pulang ke Magelang," kata Edy warga Dusun Glagah 1, Desa Banjarnegoro Kecamatan Mertuyuda, Magelang, Senin (25/12/2007).

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Air, AKP Asri Delfi mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pencairan korban kapal yang tenggelam akibat ditelan ombak. Namun karena kendala cuaca pihak Satpolair dan TNI AL kesulitan untuk mencari para korban. "Kita tetap melakukan pencari tiga ABK walau pencarian agak kesulitan karena ombak di Selat Bali meninggi," ungkap Delfi.

Sambil melakukan pencarian korban, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan enam ABK yang selamat. Polisi bagian air ini masih mencari tahu bagaimana peristiwa nahas itu terjadi.

Kapal tug boat TJA 2811 berbendera Singapura yang menarik tongkang bermuatan 13 ribu metrik ton batu bara tenggelam di Perairan Batu Tulis, Selat Bali, Minggu (23/12/2007) lalu. Dari 9 awak kapal, 6 berhasil menyelamatkan diri, sedangkan 3 awak lainnya dinyatakan hilang.

Mereka yang hilang adalah Edi Sulistya (37),warga Magelang, Edi Ceko (32) warga Batang, Pekalongan tinggal di Banjarmasin dan Hasanudin (27) warga Makassar.
(wln/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait