Perayaan Natal di Wisata Religi Puhsarang

Perayaan Natal di Wisata Religi Puhsarang

- detikNews
Selasa, 25 Des 2007 16:00 WIB
Perayaan Natal di Wisata Religi Puhsarang
Kediri - Kemahsyuran nama Goa Maria Lourdes di kompleks Gereja Puhsarang, Kediri, Jawa Timur benar-benar menjadi daya tarik bagi umat kristiani. Dalam perayaan Natal ini, tempat wisata religi yang merupakan tiruan dari aslinya di Perancis, ramai dikunjungi umat nasrani dari kota.

Pantauan detiksurabaya.com, pengunjung yang datang, rata-rata untuk melakukan doa di Goa Maria Lourdes dan mengambil air di tempat penyimpanan air suci yang memiliki 12 titik.

Mereka mulai berdatangan sejak pagi seusai mengikuti misa Natal yang juga digelar di gereja Puhsarang. namun, juga tak sedikit yang datang pada saat misa telah selesai digelar.

"Saya datang kemari untuk minta kepada Tuhan agar segera menganugerahi saya keturunan setelah 4 tahun menikah," kata Yuni (29), salah satu pengunjung yang mengaku berasal dari Jakarta, Selasa (25/12/2007).

Yuni mengaku begitu percaya dengan kemahsyuran doa apabila dilakukan di Goa Puhsarang saat hal yang sama dilakukan saudaranya 2 tahun yang lalu. "Makanya biarpun jauh saya tempuh bersama suami," lanjutnya.

Tak hanya Gaa Maria Lourdes yang ramai dikunjungi umat nasrani untuk berdoa. Beberapa pengunjung juga tampak mengantre untuk mengambil air suci di 12 titik penyimpanan air yang dibuat menyerupai gunung.

Bahkan, tak sedikit yang tak segan-segan membawa wadah sendiri dari rumah untuk dapat mengambil air suci dalam jumlah besar. Mereka percaya, air suci tersebut dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Sudah sejak 2 tahun terakhir saya aktif mengkonsumsi air suci ini. Hasilnya, strok yang saya derita begitu parah mulai berangsur-angsur sembuh," kata Lambertus Gunawan, pengunjung asal Surabaya.

Yang menarik, meski pengunjung dapat mengambil air suci dalam jumlah besar, mereka tak dikenakan biaya sepeserpun. didekat sumber air suci hanya diletakkan sebuah kotak persembahan yang dapat diisi seikhlasnya oleh pengunjung.

Satu tempat lain yang ramai dikunjungi umat nasrani dari kompleks Gereja Puhsarang adalah Mussoleum atau tempat penyimpanan abu dari pastor yang pernah memimpin di keuskupan Surabaya.

Rata-rata mereka yang datang bertujuan untuk berziarah. Namun ada juga yang datang untuk memesan tempat penyimpanan abu, bagi anggota keluarganya saat meninggal kelak. hal ini dilakukan karena di Mussoleum juga disediakan tempat untuk warga umum.

Namun keramaian pengunjung yang tampak hadir hari ini, ternyata dianggap sepi oleh beberapa pemilik stan di tempat penjualan hidangan 'kana' dan tempat penjualan souvenir.

Diakuinya, kunjungan tahun ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. "Tahun lalu sehari bisa uang lebih dari satu juta. Tapi tahun ini setengah hari, belum genap seperempatnya," kata Lastri, salah satu pedagang.

Foto: Samsul Hadi
(bdh/bdh)
Berita Terkait