Selain puluhan warga Dusun Kalbut, hal serupa juga dilakukan oleh warga yang bermukim di kawasan pesisir Dusun Karang Gedhang dan Karanganyar, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran. Mereka khawatir gulungan ombak setinggi 2-3 meter yang menerjang masuk ke kawasan pemukiman akan mengancam keselamatan mereka.
"Ombak besar dan angin kencang sebenarnya sudah berlangsung hampir sebulan, namun amukan ombak setinggi hingga 4 meter mulai terjadi dalam seminggu terakhir. Bahkan ada beberapa rumah yang sudah diterjang karena sangat berdekatan dengan bibir pantai dekat muara Pelabuhan Kalbut," ungkap Fathurrachman (42), warga Kalbut Semiring, kepada detiksurabaya.com, Senin (24/12/2007).
Kondisi itulah yang memicu warga yang bermukim di bibir muara Pelabuhan Kalbut untuk mengungsi ke tempat aman di rumah kerabat dan tetangga. Bahkan diantara warga nelayan tersebut tidak sempat menyelamatkan perahunya hingga terseret ke laut dan pecah berkeping dihantam ombak.
Puluhan warga yang mengungsi ke perkampungan sekitar akan kembali ke rumahnya saat pagi menjelang. Selain menguras genangan air laut yang masuk ke bilik rumah, warga juga membenahi perabotan rumah yang terseret ombak hingga beberapa meter ke luar rumah.
Kondisi serupa juga dialami oleh puluhan warga yang tinggal di kawasan pesisir pinggir pantai Dusun Karang Gedhang dan Dusun Karanganyar, Desa Tanjung Pecinan. Di kawasan pesisir yang daratannya agak menjorok ke laut menyerupai delta tersebut, tak sedikit rumah semi permanen milik nelayan setempat tersapu gulungan ombak besar. Akibatnya, mereka mencoba menyelamatkan diri dengan mengungsi ke perkampungan lain di desa tersebut.
"Angin kencang dan ombak besar memang terjadi tiap tahun, tapi untuk tahun ini nampaknya lebih besar lagi. Sudah hampir sebulan ini nelayan takut melaut dan istirahat sambil memperbaiki perahunya yang rusak dihantam ombak," kata Mathan (35), Kades Tanjung Pecinan.
(bdh/bdh)










































