Penyebab kebakaran diduga akibat keteledoran petugas yang tak mematikan arus listrik saat ditinggal libur bersama.
Api pertama kali diketahui oleh pegawai SPBU yang tepat berada di depan bangunan koperasi pada pukul 13.30 WIB. Seketika kejadian
ini diberitahukan kepada pegawai koperasi yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran.
"Yang tahu pertama pegawai pom (SPBU, red) dan langsung menyebar ke seluruh warga. Saya yang rumahnya paling dekat langsung menghubungi PMK," kata Bayu (36) saksi mata yang lokasi rumahnya bersebelahan dengan lokasi kebakaran.
Kabar terjadinya kebakaran juga secara cepat menyebar ke seluruh warga sekitar. Dengan alat sedaanya, mereka berusaha memadamkan api sambil menunggu datangnya mobil pemadam kebakaran.
Api baru dapat dipadamkan setelah 2 jam dengan mengerahkan 3 mobil PMK. 2 Unit dari Gudang Garam dan 1 milik Pemkot Kediri.
Sementara itu, Markun (42) selaku sekretaris koperasi mengatakan, jika akibat kebakaran ini, tempatnya bekerja mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 100 juta.
"Selain barang dagangan, ada sebuah sepeda motor inventaris yang ikut terbakar. Ada juga arsip koperasi. Kemungkinan kerugian kami mencapai Rp 100 juta," ungkap Markun.
Namun Markun mengakui jika koperasi tidak begitu khawatir dengan kerugian yang akan dialami. Karena koperasi yang terbakar diasuransikan untuk melindungi bangunan dan seluruh isi koperasi. "Alhamdulillah sudah diasuransikan," imbuhnya.
Sementara Kapolsek Pesantren, Kota Kediri AKP Slamet Pujiono mengatakan jika dugaan sementara penyebab kejadian kebakaran adalah hubung arus pendek listrik.
"Keterangan dari para saksi sudah 3 hari listrik tidak dimatikan meskipun ditinggal libur. Ya kemungkinan konsleting listrik," kata Slamet Pujiono.
(bdh/bdh)











































