Kronologi penemuan bayi ini bermula saat Ismudji (42), warga desa setempat hendak berangkat ke kebun untuk bekerja. Namun belum seberapa jauh melangkah, dia mendengar suara bayi menangis yang tak jauh dari tempatnya berada.
Setelah dilakukan pencarian, Ismudji menemukan sesosok bayi dengan jenis kelamin perempuan yang masih lengkap dengan tali pusarnya. Saat ditemukan, bayi tersebut hanya beralaskan kain jarik.
"Saat saya lewat bayi itu menangis. Setelah saya cari sumber suaranya, saya menemukan bayi yang masih belum diputus tali pusarnya," kata Ismudji, Minggu (23/12/2007).
Begitu menemukan bayi tersebut, Ismudji lalu mengantarkanya ke rumah warga terdekat, yaitu rumah milik keluarga Udi Jawaludin. Selanjutnya dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan dengan melapor ke Polsek Sawahan.
Polisi yang menerima laporan segera mengantarkan bayi malang tersebut ke Puskesmas Sawahan untuk memutus tali pusar yang masih tetap utuh menempel pada tubuh bayi.
Secara terpisah Kapolsek Sawahan, AKP Heri Susanto mengatakan jika pihaknya akan segera melakukan penyelidikan mengenai pelaku pembuangan bayi tersebut.
"Kita baru menerima laporanya dan akan segera lakukan penyelidikan untuk mencari pelakunya. Beruntung bayi itu segera ditemukan dan kami duga baru 3 jam dibuang" kata Heri Susanto.
Hari juga mengatakan, kepada warga yang bisa memberikan informasi untuk bisa mempercepat mengungkap pelaku pembuangn bayi ini, dipersilahkan datang ke Mapolsek Sawahan.
Saat ini bayi mungil tersebut sudah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sawahan. Sang bayi juga beruntung, karena sudah ada warga yang bersedia mengadopsinya.
"Karena ingin anak perempuan ya saya adopsi saja. Saya akan berikan dia nama Melati Sukma Ayu," kata Astuti, istri dari Udi Jawaludin yang akhirmya mengadopsi bayi malang tersebut.
(bdh/bdh)











































