Penyisiran dan pemeriksaan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini masih berlangsung.
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Kecamatan Kemlagi, menjadi lokasi pertama yang dituju Tim Jihandak Gegana Polda Jawa Timur. Penyisiran dimulai sejak halaman gereja, termasuk pot bunga, maupun tempat sampah dan dilanjutkan ke dalam gereja.
Saat memeriksa gereja, Tim Jihandak Gegana menggunakan alat EVD/3000 (explosive vapor detector) atau pendekteksi bahan peledak. Petugas juga menggunakan stick main powder, yang terbuat dari platina, untuk mendeteksi bahan peledak di tanah.
Usai memeriksa gereja-gereja di Kecamatan Kemlagi, Tim Jihandak menuju Kecamatan Dawarblandong, yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik. 9 gereja di kecamatan ini, diperiksa. Termasuk rumah penunggu gereja hingga tempat pembuangan sampah.
Ditemui detiksurabaya.com di GKJW Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Wakil Kepala Polres Kabupaten Mojokerto Kompol Rizal Irawan, menyatakan, pemeriksaan yang dilakukan Tim Jihandak Gegana Polda Jatim, dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya serangan
kelompok teroris.
Menurut Rizal, alat yang digunakan Tim Jihandak Gegana, bisa berfungsi mendeteksi bahan-bahan peledak dengan hulu ledak rendah seperti potasium maupun bahan berhulu ledak tinggi seperti TNT.
"Pada prinsipnya, kami tidak mau mengambil risiko sekecil apapun," kata Rizal.
Selain memeriksa gereja, sejauh ini 8 masjid yang berdekatan dengan gereja, juga diperiksa. Hingga pukul 16.30 WIB, Tim Jihandak Gegana Polda Jawa Timur, masih menyisir dan memeriksa gereja-gereja di Kecamatan Mojosari dan Kecamatan Ngoro.
(fat/fat)











































