Sutami, TKW Asal Jember Depresi Karena Digigit Anjing

Sutami, TKW Asal Jember Depresi Karena Digigit Anjing

- detikNews
Sabtu, 22 Des 2007 17:31 WIB
Jember - Malang nian nasib Sutami Sabii (32) warga Desa Petung Kecamatan Bangsalsari Jember. Perempuan itu pulang ke tanah air dari Malaysia dalam kondisi gangguan saraf dan depresi.

Hal itu ditandai dengan arah omongan Sutami yang tidak terarah alias ngelantur. Diduga kuat Sutami mengalami gangguan saraf setelah didigit anjing saat masih berada di penampungan calon TKW di PT Andika Darma Jaya Malang pada bulan September 2007 lalu.

Kala itu, Sutami berada di penampungan PJTKI itu untuk menunggu keberangkatannya ke Malaysia. Suatu hari, perempuan itu disuruh oleh pihak PJTKI itu untuk memberi makan anjing yang berada di penampungan itu. Saat memberi makan itulah, anjing tersebut menerjangnya dan menggigit bahunya.

Satu bulan setelah digigit, Sutami tetap diberangkatkan ke Malaysia oleh pihak PJTKI.

"Katanya hanya bekerja tiga hari di rumah majikan, ibu melarikan diri dan di penjara," kata menantu Sutami, Hari Wahyudi, Sabtu (22/12/2007).

Sutami sendiri pernah di penjara di Malaysia hampir sekitar 20 hari dan kemudian dipulangkan ke Indonesia. Pihak keluarga yang mengetahui kondisi ibunya ketika pihak PJTKI menelepon.

"Mereka berjanji akan mencari ibu saya, namun ternyata Saya malah diberitahu dari Jakarta," lanjutnya.

Pihak keluarga mengetahui Sutami dirawat di RS Koja Jakarta dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) pusat yang menemukan Sutami di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Ketika ditemukan sekitar dua minggu lalu kondisi sangat memprihatinkan," kata Ketua DPW SBMI Jawa Timur, Cholily.

Rupanya, Sutami mengalami depresi mental akibat gigitan anjing gila itu dan tindak kekerasan selama di penjara Malaysia. Sutami mengaku dianiaya di penjara meski sempat disuntik dengan obat anti rabies.

Menurut Hari, sudah dua hari terakhir omongan Sutami ngelantur. Pasalnya, obat untuk sarafnya sudah habis dan belum dibelikan. "Padahal dulu ketika sebelum berangkat ibu sehat-sehat saja. Kami ingin ibu kembali sehat," harap Hari.

Sabtu (22/11/2007) siang, akhirnya Sutami dibawa ke RSUD Balung untuk dirawat secara intensif. Menurut Cholily, pihak Disnaker harus membantu biaya perawatan Sutami.

"Sebab dia TKW legal dan menjadi korban PJTKI. PJTKI harus bertanggung jawab dan Disnaker harus menekan PJTKI itu untuk memberikan asuransi dan biaya kesehatan," tegas Cholily.

Selain mengalami gangguan saraf, tubuh Sutami juga mengalami kejang dan kaku seperti ciri-ciri penderita rabies. (fat/fat)
Berita Terkait