700 Polisi Amankan Perayaan Natal di Kediri

700 Polisi Amankan Perayaan Natal di Kediri

- detikNews
Jumat, 21 Des 2007 09:35 WIB
Kediri - Mengantisipasi terjadinya aksi teroris saat perayaan Natal 2007, jajaran Polres Kediri akan melakukan penjagaan ketat di Gereja Puhsarang, di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Untuk pengamanan diterjunkan 700 personel.

Dipilihnya Gereja Puhsarang untuk mendapatkan prioriotas pengamanan utama, karena gereja peninggalan Belanda ini merupakan gereja terbesar di Kediri dan selalu menjadi pusat kunjungan umat Nasrani saat perayaan Natal.

"Meski terorisme sudah mereda, kami tidak ingin kecolongan. Setiap jengkal gereja akan kami jaga ketat, terutama Gereja Puhsarang, yang merupakan gereja terbesar di Kediri," kata Kabag Operasional Polres Kediri, Kompol Imam Riyadi, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Jum'at (21/12/2007).

Ketika ditanya mengenai bentuk sterilisasi di Gereja Puhsarang, Imam menjelaskan akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metal detector sejak dari pintu masuk utama terhadap semua pengunjung.

"Intinya kita tidak ingin terjadi gangguan apapun yang akan merusak suasana natal," lanjutnya.

Untuk mengantisipasi tingginya tindak kriminalitas, Imam mengaku pihak Polres Kediri telah mempersiapkan sedikitnya 700 personil. selain itu pihaknya juga melakukan penambahan pos pengamanan menjadi 7 pos, yaitu Jong Biru, Ngadirejo, Badas, Pos 90 (Lalin), serta pos tambahan di Gereja Pohsarang, Simpang Lima Gumul, dan Ringinbudo Pare.

Sementara pengamanan yang sama juga dilakukan oleh jajaran Polresta Kediri, yang dalam perayaan Natal tahun 2007 ini mendirikan 3 Pos pengamanan besar, yaitu di jalan Dhoho, Alun-alun Kota, serta di Jalan Hasanudin yang merupakan kompleks berdirinya beberapa gereja.

Kapolresta Kediri, AKBP Putu Djayan Danuputra mengatakan, selain mendirikan 3 pos pengamanan besar, pihaknya juga akan mengoptimaslkan 3 Pos lalu lintas yang telah ada.

"Total ada 5 pos lalin besar yang akan kami optimalkan, yaitu di Mrican, Semampir, Water Torn, Tosaren, dan Manisrenggo. Selain itu setiap perempatan juga akan kami tambah personil penjaganya," jelas Putu Djayan Danuputra.

Ketika ditanya bentuk pengamanan lain dalam perayan Natal tahun ini, Putu mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Unit Gegana satuan Brimob Kediri, untuk melakukan penyisiran kemungkinan adanya aksi terorisme dengan memasang bom di beberapa gereja.

Selain pengamanan tempat ibadah dan lalu lintas, pihak Polresta Kediri juga telah mempersiapkan personel untuk melakukan pengamanan di 5 hotel berkapasitas besar dan 3 tempat wisata yang diduga juga menimbulkan kerawanan terjadinya aksi terorisme.
(bdh/bdh)
Berita Terkait