Sebelum memulai aksinya, para pengunjukrasa terlebih dulu melakukan longmarch dari sekretariat PMII menuju Gedung DPRD. Selain menutup mulut dengan plester hitam, para mahasiswa juga membawa berbagai poster seperti, "Tolak APBD sebab Memperkaya Pejabat Menindas Rakyat, Alokasikan Dana Pendidikan 20 %".
Selain membawa poster, para pengunjukrasa ini juga bertelanjang dada dan mengecat sebagian tubuh mereka dengan cat hitam.
Di gedung dewan, para pengunjukrasa diterima oleh ketua DPRD Makin Abbas dan Wakil ketua DPRD Suharjito. Namun karena para pengunjukrasa hanya diam dan menutup mulut, maka Ketua dan wakil ketua DPRD hanya bisa mencatat poster yang dibawa pengunjukrasa.
Usai seluruh tuntutan yang tertuang di poster dicatat oleh ketua dewan, para pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri.
(bdh/bdh)











































