Dari 8 orang itu, 5 diantaranya harus menjalani rawat inap. Masing-masing Suyanti (28), Suyitno (31), Muhammad Rofiq (28), Suhartono (31) dan Atun (35). Sedang Yuli (27), Nyonya Waras (45) dan Muhyah (30) hanya menjalani rawat jalan di UGD RSU setempat.
Kejadian itu berawal ketika salah satu warga bernama Rofiq mencari jamur barat, di sebuah sungai tak jauh dari rumahnya. Jamur yang didapatnya, kemudian dimasak ibu mertuanya, Bu Waras. Jamur yang ditumis itu pun dimakan bersama-sama, termasuk sejumlah tetangga tyang.
"Beberapa tetangga juga minta jamur itu," kata Bu Waras kepada detiksurabaya.com di ruang UGD RSU setempat.
Menjelang petang hari, beberapa orang yang sudah memakan jamur, merasa mual, muntah dan kepalanya pening. Karena jumlah yang merasa sakit semakin bertambah, mereka lalu dilarikan oleh pengurus RT setempat ke RSU Dr Wahidin Sudirohusodo.
Setelah dirawat di ruang UGD, 3 warga diizinkan pulang. Sementara 5
warga lainnya dinyatakan rawat inap, karena kondisinya kritis. "Sejauh ini para korban yang dirawat masih bisa ditangani," kata dokter jaga dr Koko Winarko.
Sejauh ini, pihak RSU belum memastikan mereka yang dirawat, telah mengalami keracunan. "Untuk sementara masih sebatas gejala keracunan. Untuk memastikan keracunan atau tidak, itu dibutuhkan uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan," kata Koko.
(gik/gik)











































