Ketua MTA (Majelis Tafsir Al-Quran) Pacitan Imam Syafi’i menyatakan pihaknya menetapkan pelaksanaan Salat Ied dan penyembelihan kurban pada, Rabu (19/12/2007). Ini karena pelaksanaan wukuf di padang Arafah dimulai hari Selasa (18/12/2007) waktu Arab Saudi. Sehingga keesokan harinya umat Islam dapat merayakan lebaran haji. Keputusan tersebut bahkan telah direkomendasikan pimpinan pusat MTA di Surakarta.
"Dasarnya adalah wukuf. Dan seluruh anggota MTA akan melaksanakan salat Idul Adha besok," tegas Imam Syafi’i kepada detiksurabaya.com, Selasa (18/12/2007).
Kendati memiliki pilihan berbeda, namun Syafi’i minta anggotanya tetap menghormati mereka yang merayakan Idul Adha sesuai ketentuan pemerintah. Masalah ibadah, lanjut Syafi’i merupakan urusan pribadi sehingga perbedaan yang ada tidak selayaknya dipersoalkan.
Terkait kemungkinan adanya perbedaan pelaksanaan hari raya qurban, kepala Departemen Agama Pacitan Drs Rohmat M.Si menghimbau masyarakat saling menjaga toleransi.
"Ini menyangkut keyakinan. Yang penting kerukunan dan kekompakan tetap dijaga." imbuhnya.
Rohmat mengatakan keputusan pemerintah menetapkan Idul Adha pada hari Kamis setelah melalui sidang badan hisab dan rukyat. Hasil pengamatan menunjukkan hingga Senin petang hilal belum nampak sehingga satu dzulhijah digenapkan satu hari
Khusus tahun ini, hari raya idul adha di Pacitan akan berlangsung sederhana. Acara takbir keliling yang biasanya selalu ada untuk memeriahkan hari raya ditiadakan karena alasan keamanan. Terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan.
Sementara itu untuk mengantisipasi penumpukkan daging Qurban menurut Rahmat, Departemen Agama melakukan pembagian wilayah. Hal ini telah dikoordinasikan dengan satuan kerja di pemerintah daerah. Harapannya, distribusi daging Qurban bisa merata. (bdh/bdh)











































