Beberapa warga Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Kota, Bojonegoro yang diduga terserang cikungunya diantaranya Sukarti (57) dan 3 orang anggota keluarganya yang tinggal serumah. Yaitu kedua cucunya, Ivan (8) dan Bobi (17), serta Ratih (21) menantunya.
Sebelumnya Sukarti tidak menduga kalau dirinya maupun keluarganya terkena penyakit cikungunya. Sebab awalnya hanya merasa pegal linu di badan yang dianggap hanya sebagai sakit biasa karena kelelahan. Namun setelah minum jamu pegal linu sakit itu tidak juga sembuh, justru bertambah parah.
"Yang paling parah itu mantu saya. Tangan kanannya sulit digerakkan dan jalannya pincang sebelah. Kata dokter Puskesmas, dia terkena cikungunya," tutur Sukarti pada detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (18/12/2007).
Warga lain yang diduga terserang nyamuk cikungunya adalah Mukari (45), yang adalah anggota polisi. Menurut istrinya, Hanik, kondisi Mukari seperti orang lumpuh. Sebagian organ tubuhnya kaku dan sulit digerakkan.
"Tiga hari lalu badan suami saya sakit demam. Besoknya sudah tidak panas tapi tubuhnya malah kaku dan sulit berjalan," kata Hanik sambil menunjuk ke arah kamar dimana Mukari sedang tergolek lemas di tempat tidur.
Kabar tentang serangan cikungunya ini sudah tersebar di Kelurahan Ledok Wetan, sehingga cukup meresahkan warga setempat. Bahkan Muh Yasir, Lurah Ledok Wetan juga sudah mendapat laporan dari beberapa Ketua RT.
"RT saya sudah laporan adanya cikungunya. Yang paling banyak di RT 3, 4 dan 5. Saya sudah laporan ke Dinkes tapi sampai sekarang belum ada tanggapan," jelas Muh Yasir, Lurah Ledok Wetan, Bojonegoro.
(bdh/bdh)











































